Selasa, 09 Agustus 2011

JENIS-JENIS HELM YANG ADA DI DUNIA


Pada dasarnya helm bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis, tergantung sama aktivitas yang dilakukan. Ada helm khusus bersepeda, berkuda, skateboarding, dan helm khusus pengendara motor beroda dua. Masing-masing bentuk helm tersebut, disesuaikan dengan jenis resiko yang diakibatkan oleh aktivitas itu. Nah, jangan sampai salah mengenalinya! Alih-alih selamat, malah sebaliknya yang didapat.

Buat pengendara motor beroda dua, ada 5 jenis helm yang dikenal, yaitu full face, off-road atau motorcross, modular atau flip-up, open face atau half face, dan cetok (disebut juga dengan shorty helmet). Masing-masing helm bisa kasih perlindungan, asal digunakan sesuai syarat keamanan. Berikut masing-masingkeunggulan helm, mulai dari yang memberi keamanan maksimal hingga keamanan minimum


Full face helmet

Helm full face punya tingkat keamanan maksimal soalnya helm ini menutupi seluruh kepala hingga dagu. Biarpun kesannya kayak terisolasi…masih bisa kok, ngelihat jalan dengan lega karena ada kaca pelindung di bagian tengah wajah yang bisa dibuka dan ditutup. Kaca pelindung tersebut, juga melindungi mata dari debu atau hujan. Selain itu, helm-helm full face yang beredar di pasaran sekarang, banyak telah dilengkapi ventilasi udara. Ventilasi ini berfungsi ngejaga sirkulasi udara dan temperatur dalam helm biar ngga kepanasan.



Motocross helmet

Bentuk modifikasi helm full face adalah helm off-road atau dikenal helm motocross. Tingkat keamanan helm ini sedikit banyak sama kayak helm full face. Tapi bedanya, helm off-road biasanya ngga ada kaca pelindung karena bagian ini digantikan oleh googles, yang berfungsi melindungi wajah dari debu berterbangan saat meliuk-liuk di rintangan off-road. Awalnya, helm off-road lebih menyerupai helm open face yang digunakan dengan tambahan masker wajah dan googles.



Modular helmet

Helm modular atau flip-up merupakan helm hasil perkawinan silang antara helm full face dan helm open face. Bentuknya hampir sama kayak helm full face. Hanya bedanya, bagian “rahang“ helm bisa diangkat kayak helm open face. Helm ini memudahkan untuk tetap melakukan aktivitas seperti makan atau minum, tanpa mesti melonggarkan strap helm atau ngelepas helm. Tapi ngga disarankan lho, menggunakan helm ini dengan posisi “rahang“ diangkat! Masalahnya pengendara bisa kena resiko terluka di bagian leher apabila terjadi kecelakaan.



Open face helmet

Helm jenis open face ini biasa juga disebut helm halm half face. Bentuknya menutupi bagian belakang kepala, tapi ngga menutupi muka. Makanya helm ini hanya kasih perlindungan maksimal pada bagian belakang kepala aja. Kadang-kadang, kaca pelindung wajah ngga terdapat di helm half face ini. Bagi yang ngga ada kaca pelindung, disarankan memakai wrap sun glasses atau googles, biar terhindar dari semburan angin dan debu, sehingga makin nyaman berkendara.



Shorty helmet

Shorty helmet atau bahasa gaulnya helm cetok, paling minim kasih perlindungan karena hanya menutupi setengah dari bagian kepala. Bebas memandang dan terpaan angin sepoi-sepoi menjadi keunggulan helm ini. Tapi semakin tidak tertutup, maka semakin minim melindungi kepala.*


* Dari berbagai sumber/foto: istimewa